
Ketut Liyer, seorang guru spriritual di Bali menjadi terkenal sejak namanya disebut dalam buku 'Eat, Pray, Love'
karya Elizabeth Gilbert, yang kemudian diangkat menjadi film yang
dibintangi Julia Robert. Ketut pun dikunjungi banyak orang. Ini
membuatnya lelah, namun sekaligus menyenangkan.
Ketika ditemui detikcom
awal Januari 2012 lalu, banyak turis yang rata-rata dari mancanegara
memadati bagian dalam kompleks rumahnya, di kawasan Ubud, Bali, padahal
saat itu baru pukul 09.00 WITA. Mayoritas turis yang mendatangi Ketut
adalah perempuan, yang berasal dari Australia, Amerika dan China.
Terinspirasi dari buku Liz, panggilan Elizabeth Gilbert, 'Eat, Pray, Love', pengunjung ingin mendapatkan keseimbangan jiwa dari sugesti positif yang dituturkan sang guru spiritual.
Antrean
makin menyusut dan akhirnya tiba giliran detikcom bertemu. Ketut Liyer
ternyata begitu ramah dan menyambut kedatangan detikcom dengan senyum
lebar sehingga tampak deretan gigi depannya yang sudah jarang.
"Saya kasih mantra yang suci untuk diberikan kepada kamu, supaya jadi baik," tutur Ketut yang lantas membacakan mantra-mantra.
Ketika
detikcom bertanya mengenai kabar Liz, Ketut mengatakan Liz
kadang-kadang suka memberinya buku. "Liz mengasih buku ke ketut. Belajar
sama Ketut, tidak dihitung. Kadang-kadang datang, kadang-kadang tidak,"
ujar Ketut sambil tertawa.
"Bagaimana sekarang sudah menjadi terkenal?" tanya detikcom.
"Kakek senang biarpun sedikit capek," jawab Ketut.
Ketut
lantas menceritakan bahwa selain dikirimi buku, dirinya suka dikirimi
Liz surat. Bahkan Liz, dalam suratnya, menceritakan episode terbaru
hidupnya, yang tak ada dalam buku 'Eat, Pray, Love'. Ketut lantas mengeluarkan salah satu surat dari Liz, ditunjukkannya pada detikcom.
"Liz sudah punya anak perempuan satu," imbuhnya.
Ketut
minta suratnya dibacakan. Di akhir surat, ada lambang hati dan Ketut
minta diartikan gambar apa itu. Ketika detikcom mengatakan lambang itu
berarti cinta, Ketut tertawa khas.
"Ada dua surat lagi
sebelumnya. Liz belum pernah kemari lagi, ke Ubud," celoteh Ketut yang
mengaku tidak bisa membaca surat Liz karena baru belajar bahasa Inggris.
Beberapa kali Ketut berbicara dalam bahasa inggris kepada detikcom, sepatah-sepatah. Dan dia minta dikoreksi bila salah.
"I see you very-very pretty. Baru belajar bahasa inggris, kalau salah dibenerin. You are sweet like sugar. Very-very good. Harmony in your life," tutur Ketut yang lantas tertawa karena mengaku minder tidak lancar berbahasa Inggris.
Selain
dikirimi surat oleh Liz, Ketut rupanya juga dikirimi lonceng. 3 Lonceng
dari Liz pun dikeluarkannya, dibunyikan salah satunya, diputar-putar
dengan tangan kirinya dan dihentikan dengan menangkupkan lonceng di
tangan kanan.
Saat detikcom hendak mengambil gambarnya, Ketut lantas berkata, "Saya ganteng tidak?"
Ah,
canda dan tawa Ketut ini agaknya salah satu rahasia hidupnya untuk
membuatnya awet muda. Ketut saat ini berusia 98 tahun, namun dia tampak
jauh lebih muda. Seperti orang yang baru berusia 70-an tahun.